Musisi Chandra Darusman Ajak Pekerja Seni Anggota Fesmi Menjadi Peserta BPJAMSOSTEK Agar Terlindungi

Author Fesmi 09 July, 2021


JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Grogol menggelar sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku seni tentang manfaat dan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Kegiatan yang digelar secara virtual ini menggandeng Federasi Serikat Musisi Indonesia (Fesmi), pada Jumat (11/6/2021), dan diikuti sedikitnya 30 pelaku pekerja seni dari berbagai latarbelakang keahlian.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Grogol, Bambang Utama, dan dihadiri Kepala Bidang KSI BPJAMSOSTEK Grogol, Arif Budiman, Ketua FESMI, Candra Darusman dan Direktur Pelaksana Fesmi, Bowie Djati.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Grogol, Bambang Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK diamanatkan oleh negara untuk memberikan perlindungan kepada setiap pekerja baik formal atau penerima upah maupun pekerja informal atau bukan penerima upah dari segala risiko pekerjaan, tidak terkecuali kepada para pelaku seni.

“Yang namanya risiko, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, anytime mengintai kita. Oleh karenanya BPJAMSOSTEK hadir sebagai perpanjangan tangan negara untuk memberikan perlindungan. Untuk itu kami harapkan para pekerja seni agar terdaftar sebagai peserta, BPJAMSOSTEK” ungkap Bambang.

Dalam kasus kecelakaan kerja misalnya, seluruh biaya yang timbul baik dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit akan ditanggung penuh oleh BPJAMSOSTEK. 

“Jika ikut BPJAMSOSTEK, biaya yang timbul atas kasus kecelakaan kerja itu menjadi tanggungjawab BPJAMSOSTEK, berapapun biayanya mau dua miliar, tiga miliar atau lima miliar, kita tanggung penuh,” tandas Bambang.

Untuk kasus meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris peserta akan mendapatkan santunan 48 kali dari gaji atau upah yang dilaporkan kepada BPJAMSOSTEK.

Selanjutnya jika meninggal dunia atau cacat tetap akan mendapatkan manfaat atau santunan beasiswa maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak.

“Manfaat yang besar ini bisa diterima hanya dengan membayarkan iuran Rp16.800 per orang per bulan untuk pekerja informal mencakup program JKK dan JKM,” jelas Bambang.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pelaksana Fesmi, Bowie Djati mengaku besarnya manfaat program BPJAMSOSTEK. Hal ini terbukti pada almarhum Arry Syaff, seorang musisi yang meninggal dunia akibat sakit. Ahli Waris dari Arry Syaff mendapatkan santunan kematian, meskpiun almarhum baru terdaftar BPJAMSOSTEK selama tiga bulan.

“Fesmi sudah pernah merasakan sendiri pelayanan dan satunan BPJAMSOSTEK ketika rekan kita, Arry Syaff, meninggal dunia pada 2020 lalu, mendapat santunan kematian padahal baru 3 bulan terdaftar,” ucapnya.

Ketua Fesmi, Candra Darusman mengajak seluruh pekerja seni dan anggota Fesmi untuk mendaftarkan diri ke BPJAMSOSTEK guna mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia juga mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJAMSOSTEK, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku seni. Sebagai musisi, saya juga mengimbau kepada musisi, terutama yang muda-muda agar dari sekarang dapat menyisihkan tabungannya untuk mendapatkan perlindungan jamsostek,” tandas Candra.(ril)

 

sumber foto : dokumen organisasi

sumber berita : poskota.co.id


Klik sumber berita